Cara Menghindari Serangan Jamur Dinding

Jamur merupakan salah satu kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup.

Apa Itu Jamur?

Jamur atau bisa disebut cendawan merupakan salah satu kingdom dalam klasifikasi makhluk hidup. Organisme ini memiliki memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Hidup saprofit atau parasit
  • Uniseluler atau multiseluler
  • Terdiri atas hifa
  • Memiliki dinding sel berupa kitin

Apa Manfaat Jamur Bagi Kehidupan Manusia?

Organisme jamur telah lama dimanfaatkan digunakan dalam produksi makanan, seperti tempe, tape, dan camilan berupa keripik jamur. Selain itu, jamur/ fungi juga sering dimanfaatkan dalam bidang pengobatan.

Kerugian Jamur pada Berbagai Produk Manusia

Selain bisa dimanfaatkan dalam banyak hal, beberapa spesies ini juga diketahui bisa menyebabkan gangguan bagi kehidupan manusia. Produk-produk seperti furniture kayu hingga dinding . Serangan jamur dinding rumah dan bangunan bukan hanya menyebabkan tampilan produk menjadi buruk. Akan tetapi, keberadaan jamur secara sistematis akan menyebabkan kerusakan fungsional. Fungi akan membuat lingkungan tembok/furniture lembab sehingga memungkinkan berbagai serangga dan mikroorganisme datang dan bersarang.

Jamur Dinding Rumah dan Bangunan penyebab Sick Building Syndrome

Secara tidak langsung, keberadaan jamur pada berbagai produk buatan manusia yang ditempatkan dalam suatu ruangan berkontribusi dengan fenomena sick building syndrome. Sindrom ini dapat diartikan sebagai sindrom akibat gangguan rumah yang tidak sehat. Salah satu penyebab lingkungan rumah tidak sehat adalah keberadaan jamur yang tidak sedikit.
Jamur di dalam lingkungan indoor ataupun outdoor bisa menghasilkan alergen yang bisa menyebabkan reaksi alergi, iritan, hingga mikotoksin yang sifatnya toksik (beracun). Efek yang didapatkan akibat paparan jamur antara lain mata merah, dermatitis, bersin-bersin, asma, hingga iritasi pada berbagai organ tubuh seperti tenggorokan, kulit, dan paru-paru.
Efek di atas akan memberikan dampak yang lebih membahayakan pada anak-anak. Perilaku anak-anak yang kurang hati-hati, sistem pertahanan tubuh yang belum terlalu baik, hingga tubuhnya yang masih kecil menyebabkan paparan jamur dengan kadar yang sama menyebabkan dampak yang lebih besar dibanding pada orang dewasa.

Menghindari Serangan Jamur Dinding Rumah dan Bangunan

Keberadaan jamur dinding rumah dan bangunan bisa diminimalisir dengan memilih cat yang bisa mempertahankan produk dari serangan organisme ini. Pemilihan cat yang berkualitas pada tembok atau furniture kayu bisa mencegah tumbuhnya jamur dan berbagai organisme yang lainnya. Cat dengan kualitas yang baik untuk menangkal jamur adalah cat yang bisa menutup permukaan media dengan rapat dan fleksibel/lentur. Kelenturan cat akan membuat cat tidak mudah rusak bahkan saat media memuai. Sebaiknya kita juga melakukan perawatan secara rutin untuk meminimalisir kemunculan jamur. Pada produk-produk furniture, kita bisa mengoleskan semir kayu (polishing kayu) dengan kandungan anti jamur secara rutin. Namun demikian, kita juga harus memastikan semua produk yang digunakan tersebut aman. Sebab, penggunaan produk tidak aman seperti pemakaian cat berbasis minyak (solvent) malah akan menyebabkan sick building syndrom karena paparan zat membahayakan. Pilihlah produk-produk cat water based (berpelarut air) yang telah mendapatkan sertifikat pengakuan aman dari lembaga yang terpercaya.

Cara Merawat Furniture Kayu

Cara merawat furniture kayu seringkali disalahpami sebagai proses mengelap furniture dari debu saja. Padahal proses perawatan furniture kayu mencakup beberapa hal yang kadang dianggap sepele. Mengingat kerusakan furniture berbahan kayu biasanya terjadi dalam jangka waktu yang panjang, hal ini memang bisa dimaklumi.



Mengapa Harus Merawat Furniture Kayu?

Tidak ada alasan lain melakukan perawatan furniture berbahan kayu kecuali agar furniture tersebut masih bisa terus kita manfaatkan. Kerusakan atas furniture ini bisa dicegah dengan perawatan yang tepat, yang tentunya bukan sekedar terdiri atas proses membersihkan furniture dari debu saja.

Apa yang Harus Dilakukan untuk Merawat Furniture Kayu?

Langkah yang harus dilakukan untuk merawat furniture kayu sangat tergantung dari beberapa faktor.
Faktor-faktor tersebut ialah: bagaimana furniture tersebut digunakan, tipe finishing yang telah diaplikasikan, serta seperti apa hasil perawatan yang kita inginkan. Meskipun begitu, pada dasarnya terdapat tiga hal inti yang wajib diterapkan dalam proses perawatan kayu tanpa menghiraukan faktor-faktor di atas.
 Dalam melakukan perawatan furniture berbahan kayu, kita harus:
  1. Melindunginya dari berbagai penyebab yang bisa merusak kayu seperti menempatkannya di ruangan yang lembab.
  2. Menjaganya tetap bersih. Lakukan pembersihan secara rutin dengan jangka waktu yang sesuai dengan kondisi sehari-hari furniture tersebut.
  3. Pastikan penampilannya tetap menarik.

Dalam menerapkan tiga hal di atas, kita bisa mengikuti

langkah-langkah merawat furniture kayu sebagai berikut:

  1. Tempatkan furniture pada lokasi yang tidak lembab atau yang sering mengalami fluktuasi suhu. Furniture kayu merupakan produk yang sangat rentan retak bila ditempatkan pada lingkungan yang tidak sesuai. Adanya fluktuasi suhu dan kelembaban bisa menyebabkan kerusakan struktur dalam kayu sehingga mengakibatkan terjadinya kasus furniture retak. Furniture kayu sebaiknya diletakkan di tempat yang dingin dan kering, serta jauh dari sumber panas.
  2. Jaga agar furniture tetap kering. Bila furniture tertumpah air, segera keringkan hingga sempurna. Produk-produk kayu sangat rentan terhadap paparan air, apalagi yang belum difinishing. Molekul air yang masuk ke dalam substrat kayu dapat menyebabkan pembusukan dan munculnya berbagai organisme seperti jamur.
  3. Hindari paparan sinar matahari secara langsung. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan reaksi oksidasi yang bisa merusak lapisan finishing pada kayu. Penampilan furniture berbahan kayu pun akan berubah seiring dengan tingginya paparan sinar mentari yang diterima.
  4. Hindarkan dari hal-hal yang bisa menyebabkan goresan dan berbagai kerusakan fisik lainnya. Bila kita hendak menempatkan benda-benda di atas furniture kayu, sebaiknya gunakan pelapis agar kedua permukaan yang keras tidak bersenggolan yang bisa menyebabkan goresan.
  5. Lakukan pembersihan secara teratur. Frekuensi pembersihan yang dilakukan sangat tergantung dari fungsi furniture tersebut. Meja makan dari kayu tentu harus lebih sering dibersihkan dibanding almari kayu.
  6. Gunakan produk perawatan yang berkualitas untuk merawat furniture kayu. Untuk memilih produk perawatan atau semir kayu yang tepat, kita harus mengetahui terlebih dahulu tipe finishing yang diaplikasikan. Jangan sampai kita memilih polishing kayu yang malah merusak lapisan finishingnya. Furniture yang difinish dan tidak difinish pun harus diperlakukan dengan berbeda. Namun, sebaiknya dihindari produk pemoles kayu yang berkualitas buruk seperti pemoles silikon yang malah memudahkan debu menempel.

Kelebihan dan Kekurangan Lantai Kayu

Rumahku Surgaku adalah sebuah slogan yang memiliki arti mendalam. Rumah diibaratkan surga karena rumah menjadi sumber kesenangan, kenyamanan, dimana Anda menghabiskan hampir separuh waktu berada di dalamnya. Menciptakan rumah aman dan nyaman adalah keharusan.  Membuat desain interior yang menarik dan membuat betah penghuninya menjadi tantangan terbesar yang harus dijawab. Salah satu cara untuk menciptakan suasana yang nyaman dan menyenangkan dalam rumah adalah dengan mendesain lantai menarik.

Semakin besarnya minat masyarakat pada natural dan Green Concern membawa mereka kembali kepada alam. Khusus untuk lantai rumah, banyak masyarakat beralih menggunakan kayu sebagai pelengkap interior rumah mereka.

Untuk lebih jelasnya mengenai lantai rumah yang berbahan kayu berikut akan kita uraikan kelebihan dan kekurangan dari pemakaian lantai kayu (wood flooring).

Kelebihan lantai Kayu


  1. Memunculkan Kesan Alami. Dengan pemakaian lantai dari bahan kayu kesan alami dan natural dalam rumah akan tercipta. Disamping itu motif pada kayu yang beraneka ragam menjadikan kita lebih leluasa dalam memilih motif yang sesuai dengan desain interior ruangan dalam rumah kita.
  2. Lantai kayu membuat ruangan menjadi hangat. Kelebihan lantai kayu akan membuat ruangan menjadi hangat meskipun pada musim dingin atau musin penghujan. Karena sifat dari kayu yang mampu menyimpan panas pada siang hari yang selanjutnya akan digunakan untuk menghangatkan udara pada malam hari.
  3. Nyaman di telapak kaki karena memiliki pola dan serat yang halus.

Kekurangan Lantai Kayu

  1.  Mudah Keropos. Lantai kayu tanpa perlindungan akan mudah keropos karena rayap atau karena kelembapan. Kelembapan akan berpengaruh terhadap kayu, kayu menjadi mudah lapuk, berjamur, dan menimbulkan bau yang kurang sedap.
  2. Lantai Memuai. Kekurangan lantai kayu yang lain yaitu sifat dari kayu yang bisa memuai ataupun menyusut  saat terjadi perubahan suhu yang drastis yang membuat  lantai tidak rata dan tidak nyaman.
  3. Susah Dibersihkan. Lantai kayu tanpa perlindungan lebih sulit dibersihkan jika terkena noda dari tinta atau cat  karena sifat dari cairan tinta ataupun cat tersebut akan meresap ke dalam kayu selanjutnya menyatu dengan kayu.
  4. Lantai kayu tanpa perlindungan dan  jarang dibersihkan bisa menjadi sarang penyakit dan bakteri yang bisa bersembunyi di sela-sela serat kayu.

Solusi untuk mengatasi kekurangan Wood Flooring yang bisa Anda lakukan sebagai berikut:


  1. Untuk mengatasi sifat kayu yang mudah keropos karena serangga, gunakanlah PERMETRIN untuk perlindungan dari serangga. Untuk masalah kelembaban yang bisa mengundang jamur, gunakanlah Microcide untuk mengatasinya.
  2. Susunlah balok kayu secara saling silang, vertikal dan horizontal untuk mengurangi pemuaian pada kayu. Mengenai hal ini akan dibahas di artikel yang berkaitan.
  3. Sebagai perlindungan, gunakanlah Biocolors Top Coat Matt atau Death Matt untuk kayu. Gunakan Slipping Agent untuk mengurangi tingkat kelicinan lantai.
  4. Bersihkan secara rutin lantai kayu Anda sebagai bagian dari perawatan.

Finishing kayu food safe wood finish dengan Biopolish


Biopolish® – beeswax pasta

Finishing kayu food safe wood finish dengan Biopolish – beeswax pasta khususnya untuk peralatan makan atau perabot dapur yang terbuat dari kayu atau batu alam yang akan bersentuhan langsung dengan bahan makanan atau minuman (direct food contact) maupun tidak langsung (indirect food contact).

Bahan finishing kayu seperti Melamin, NC, Plitur atau jenis lapisan varnis lainnya dia akan menghasilkan lapisan film cat seperti lapisan plastik yang menutup pori-pori kayu  sehingga terlihat kurang cantik alami. Tampilan hasil finishing kayu seperti itu mungkin disukai beberapa orang tapi lapisan cat atau coating yang terbuat dari resin polimer seperti Melamin, NC atau Plitur tidak direkomendasikan karena berbahaya bagi kesehatan. Apalagi jika digunakan untuk permukaan yang bersentuhan langsung dengan bahan makanan atau minuman.

Bagaimanapun juga lapisan film cat yang mengandung Melamin, formalin, timbal, kadmium dll itu lambat laun akan terkikis dan larut mengontaminasi makanan yang kita makan. Ini tentu sangat berbahaya bagi kesehatan.

Biopolish® – beeswax pasta polish solusi food safe wood finish untuk peralatan makan atau perabot dapur dari kayu atau bambu

Untuk perabot masak yang bersentuhan langsung atau tidak langsung memang sebaiknya kita gunakan bahan finishing yang benar-benar aman bagi kesehatan. Anda dapat menggunakan bahan Biopolish® – beeswax pasta polish, sebab bahan pemoles kayu ini dibuat dari 100% bahan alami yang terdiri dari lilin lebah / Beeswax dan campuran minyak nabati yang aman bahkan jika terkontaminasi atau bersentuhan langsung dengan makanan atau minuman.

Terinspirasi dari beberapa catatan resep tradisional jawa kuno dimana masyarakat jawa tradisional menggunakan campuran ampas kelapa malam tawon dan beberapa campuran minyak nabati untuk memoles dan merawat perabot atau pusaka yang terbuat dari kayu hingga awet sampai ratusan tahun dan semakin lama semakin indah mengkilap alami. Biopolish® – beeswax pasta polish ini diteliti secara scientific dan dikembangkan menjadi produk semir kayu yang alami aman dan ramah lingkungan untuk memoles pearabot kayu agar tetap awet dan tampil semakin cantik alami.

Setelah di poles dengan Biopolish® – beeswax pasta polish anda akan mendapatkan keindahan warna serat alami kayu akan tampak lebih cerah bersih dan mengkilat alami (natural wood sheen). Disamping itu anda juga akan mendapatkan permukaan kayu relatif lebih kedap air dan tidak mudah retak. Performa seperti ini tentu sangat dibutuhkan khususknya untuk peralatan makan atau perabot masak dari kayu seperti piring makan, mangkok sop, sendok, sumpit, telenan dll.
Cara aplikasi Biopolish® – beeswax pasta polish

Anda dapat menggunakan kain atau kuas untuk mengoleskan Biopolish® – beeswax pasta polish keseluruh permukaan benda yang akan dipoles, tunggu beberapa saat antara 5-10 menit. Gunakan kain kering dan bersih untuk menggosok seluruh permukaan sampai halus dan mengkilat alami.

Anda dapat mengulangi sampai beberapa kali polesan dangan cara yang sama untuk mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dan lebih kedap air. Semakin halus kain yang anda gunakan untuk menggosok hasilnya semakin halus dan lebih mengkilat.

Catatan Tips Aplikasi:

Anda dapat menggunakan bahan Biocolours sanding sealer sebagai lapisan dasar untuk membantu menutup pori-pori kayu serta membantu memotong bulu-bulu kayu agar lebih cepat menghaluskan permukaan kayu serta meningkatkan performa hasil finishing kayu seperti yang diinginkan.